Sekilas membaca status Lina Arisah, kemarin:
”Kangen Gaul Ala Mawar Biadab” ….
Terasa ada hujaman kerinduan di hati. Ceng-cengan ala lajang-lajang lantai 4 gedung eks Bimantara, memang memiliki keunikan yang akan tersimpan dalam memory jutaan terabyte yang ada di otak kami. Tak terbatas para lajangsters saja, ibu-ibu gaol pun turut memeriahkan warna warni kehidupan para lajangsters yang usianya mulai menapaki kepala TIGA.
Ah… curcol gaul ala Mawar Biadab sekilas menyiratkan kerinduan cinta … namun canda tawa riang dan acara makan-makannya menjadi sebuah cerita yang akhirnya telah termaktub dalam diary hidupku sekarang. Tapi, benarkah ada sebuah kutukan di sana?
****
Jangan percaya apa yang gue tulis, ini hanya intermezzo hidup belaka dan bisa-bisanya gue saja. Meskipun awalnya Lina menyuratkan adanya kutukan di mana para lajangsters ini akan tertatih tatih mencari cinta, namun kutukan itu pun dipecahkan oleh duet maut Fanie dan Fajar… (jyah! kenapa nama panggilan anak ini berdua jadi dobel F ya)
“Barisan teraniaya” .. itu bisa-bisanya kami saja untuk mencari benang merah agar kompak. Padahal sih … enggak juga, namun untuk terus bersama, rasanya kami butuh tema.
Kepergian Lina ke lantai atas gedung tetangga menjadi sebuah tonggak perubahan dalam kumpul-kumpul ala Mawar Biadab. Tak ada lagi ocehan pagi hari yang ternyata menjadi warna warni dimulainya pekerjaan. Mungkin untuk sebagian orang di dalam situ, tak adanya Lina adalah kedamaian. Ternyata, buat gue enggak ada Lina menjadi kehampaan. Iya, hampa .. engga ada lagi ritual menyiapkan headset demi meminimalisir ocehan Lina kepada ‘anak-anaknya’.
Lalu kabar mengejutkan, Sarie akan hengkang! Wow.. it’s a big hurricane. Lalu datang the biggest, gue … dinyatakan tidak layak lagi ada di dalamnya. Yah, mungkin dilihat dari kacamata gue, ini adalah penganiayaan.Tapi dari kacamata lain, gue emang layak tidak lagi menjadi bagian di dalamnya, dengan berbagai pertimbangan tentunya.
Sampai hari ini gue BELUM MINTA surat keterangan “SUDAH BUKAN LAGI ATAU TELAH BERHENTI BEKERJA DARI PERUSAHAAN ITU”.
Catat ya.. bukan “belum/tidak dikasih oleh perusahaan, tapi gue belum MEminta. So, gue enggak nyalahin perusahaan kok. Dan catat lagi, ini bukan PERMINTAAN SURAT REKOMENDASI. I don’t need that .. gue cuma butuh surat keterangan sudah tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut sebagai syarat mengambil hak dari dipotongnya iuran Jamsostek yang dipungut dari gaji gue per bulannya dan baru bisa diambil haknya setelah genap 5 tahun kepesertaan.
Maaf… catatan di atas gue tegasin, takut-takut ada facebooker yang notabene teman gue, tapi salah mengartikan.. gara-gara gue pergi tanpa pamit. Hahahaha! Kali aja pas dia baca ini, IQ nya lagi down, jadi ketelisut otaknya sampai salah menginterpretasikan dan mungkin saja dia enggak bisa membedakan antara surat keterangan sudah tidak bekerja lagi dengan surat rekomendasi. Kali aja loh yaaaaa.. wakakaka! (*notenya mulai ngelantur)
***
Kembali ke … KUTUKAN CINTA ….
Medio April telah berlalu … kabar bahagia pun datang … ada yang menemukan kekasih hati setelah kepergiaannya dari ruangan itu. Ketika gue pergi pun, gue berharap keberuntungan cinta yang sama datang ke gue. Meskipun sebulan masih terasa menderita .. namun tepat … sebulan dari hari ini alias 4 Juni 2011, ada yg mengikrarkan niatnya untuk menjadi pendamping hidup saya.
Jadi ingat saat malam-malam gangguin Sarie yang baru bersiap-siap pacaran … “Ternyata … cinta datang seiring kita berdua meninggalkan tempat itu ya” …. *dan emoticon tertawa pun mengiringi chat itu*
***
So … Ladies … Guys … engga usah panik kalau sekarang masih menjomblo, masih berstatus lajang. Tuhan Maha Tahu kapan dia mendatangkan belahan jiwa kita di saat yang tepat. Jika hari ini terasa hampa.. Tuhan ingin menunjukkan kepada kita semua bahwa Dia Ada. Mintalah kepadaNya, minta tolong jangan tanggung-tanggung, minta yang paling bagus sekalian. Dia adalah cinta kita dimana selalu memberikan yang terbaik apa yang kita butuhkan, bukan sekadar apa yang kita inginkan loh..!