Profilku

Tangisku memecah kesunyian pagi. Tepat pukul 05.25 WIB, di RS Bakti Yudha Depok, 28 November 1979, aku pun gembira melihat fajar bersinar di pagi hari. Hari itu tepat Rabu, 14 Muharram 1400 H, bulan penuh pun telah kembali bersembunyi dan berkeliling ke belahan bumi lainnya.

Sebuah rumah sakit swasta di Depok, yang belum genap satu tahun katanya. Namun fasilitasnya sudah cukup mumpuni menolongku hadir ke dunia ini. Dengan dibantu seorang bidan yang kuketahui bernama Ngadiyem, Mama pun selamat melahirkan putri kecilnya ini.

Ayah dan Mama sepakat memberiku nama Novi Muharrami. Nama yang terinspirasi dari bulan kelahiranku, November dan Muharram. Setiap orang tahu, kapan aku lahir.

Perawakanku kecil namun badan tetap sekel. Dengan kulit putih cerah, aku tak bisa mengelak karena itu sudah takdir dari garis keturunan orangtuaku.

Kalau ditanya suku, Ayah dan Mama terlahir di Sambas, sebuah kabupaten di pesisir barat daya Kalimantan Barat. Kampung yang jauh, jika dilihat dari peta berada di ujung barat daya pulau Kalimantan menghadap Laut China Selatan.

Aku terlahir sebagai anak bungsu dari (seharusnya) empat bersaudara. Kakakku nomor dua lebih dulu menghadap Yang Kuasa. Kini kami tiga bersaudara. Kakak tertua sudah berkeluarga dan tinggal di Depok. Sementara abang tengah (Bang Angah-panggilan orang Sambas.red), juga sudah berkeluarga dan tinggal di Lenteng Agung.

Aku? hahaha! Sampai tulisan ini dibuat masih SINGLE. (update soon)

Sejak TK dan SD, saya tinggal di Depok. Tahun 1984, TK di Aisyiah IV Jalan Wijayakusuma Raya Depok. Sedangkan tahun 1986-1992, sekolah SD di SDN Depok Baru III, Jalan Semangka 7, Depok. Setelah lulus tahun 1992, saya lebih memilih ke Pondok Pesantren Al Mukmin, Surakarta dan meninggalkan kesempatan bersekolah di SMP Negeri 2 Depok. (Seharusnya dulu aku masuk di Kelas I-3).

Tiga tahun di Pesantren, membuat aku merasa cukup. Tantangan berikutnya pun kucoba menempuh pendidikan di sekolah umum. Sejak 1995, aku menempa ilmu di SMA Negeri 3 Depok, Jalan Studio Alam TVRI, Depok Timur. Tapi hanya setahun saja.

Kelas 2, aku pindah ke Pontianak dan bersekolah di SMA Negeri 1 Pontianak, Jalan Kalimantan, Pontianak. Saya di sana sampai lulus. Kehidupan pun bergulir kembali ke Kota Solo.

Dalam kesempatan UMPTN 1998, namaku dinyatakan lulus dan masuk ke Universitas Sebelas Maret Solo, Fakultas Sastra dan Seni Rupa, jurusan Sastra Inggris. Cukup lama kuhabiskan waktu hingga tujuh tahun. Oh Me Gosh! Hahah!

Setelah lulus, aku kembali ke Pontianak dan menempuh pendidikan S2 di Ilmu Sosial, Universitas Tanjungpura. Sayang, aku menyia-nyiakan waktu dan tidak bisa menyelesaikannya.

Aku pun mulai bekerja menjadi jurnalis pada 2005 tepatnya 2 September 2005. Kesempatan pertama kujalani di Kapuas Post, sebuah koran terbitan khusus pedalaman Kalimantan Barat. Koran milik grup Pontianak Post yang terafiliasi dari Jawapos Grup ini menempaku hingga bergelut menjadi jurnalis selama 3 tahun.

Selama tiga tahun, aku pun mengecapi pahit manis bekerja di Metro Pontianak, koran cetak edisi Lamer (Koran Lampu Merah) khas Pontianak. Banyak hal yang aku pelajari dari sini, pekerjaan, risiko hidup, pertemanan, komunikasi, kekerasan hidup, kriminal, dan pola pikir.

Tak puas di Pontianak, aku memutuskan untuk ke Jakarta. Sejak 7 November 2008, aku memulai debut sebagai penulis alias asisten redaktur di portal online okezone.com. Sebuah media online yang berada di bawah bendera Media Nusantara Citra (MNC).

Awalnya aku berada di desk hukum dan politik. Sampai Juli 2009, kesempatanku pun berganti ke desk entertainment dan selebriti. Sejak itu, aku akrab dengan hiruk pikuk gosip artis. Jadilah namaku: Nopih Gosip™.

Bagaimana pribadi? Silakan saling berkenalan. Tak kenal maka tak sayang, ada kalanya benar. Tak sayang maka tak kenal, juga bisa mewakili sebuah pertalian.

Silakan menikmati tulisan-tulisanku di blog ini. Tak lebih dari sekadar curhat tentang cinta. Anda pun bisa berkunjung ke blog yang lain melalui tautan di halaman depan. Terima kasih!